Sabtu, 20 Oktober 2012

Makalah IPTEKS Dalam Konteks Kristen

MAKALAH “ IPTEKS ” 
PENDIDIKAN AGAMA KRISTEN PROTESTAN

NAMA                       : HENDI SUPARMAN 
FAKULTAS               : KEGURUAAN DAN ILMU PENDIDIKAN 
PROGRAM STUDI : TEKNOLOGI PENDIDIKAN 
DOSEN                     : Pdt. ESTER S.U LAPALU, S.Th, M.Si

UNIVERSITAS PALANGKARAYA 
Pertama-tama kami sangat berterima kasih kapada Tuhan Yesus atas berkatnya lah kami dapat menyelesaikan tugas ini. Kami ,Bersyukur bahwa “TUGAS” ini dapat kami selesaikan dengan tepat waktu dan dengan baik dan makalah ini sesuai dengan LKM yang telah ibu bagikan. Kami berusaha agar semua yang kami tulis pada Tugas ini dapat dimengerti oleh Ibu Guru sekalian. Adapun masalah atau pokok permasalahan yang harus kami bahas adalah IPTEKS ( Ilmu Pengetahuan, Teknologi & Seni ). Kami memohon maaf bila ada salah kata atau ada kesalahan.kami menyadari bahwa tugas kami ini jauh dari sempurna jadi kami berharap kapada Ibu untuk memberikan pendapatnya tentang tugas kami ini,karena pendapat Ibu sangat kami perlukan untuk kami di masa depannya. Akhir kata kami mengucapkan terima kasih banyak kepada Ibu yang sudah menyediakan waktunya untuk membaca dan mendengarkan tugas kami ini. Palangkaraya, Oktober 2011 
BAB I 
PENDAHULUAN PERKEMBANGAN PESERTA DIDIK 
A. PENGERTIAN ILMU PENGETAHUAN 
 Membicarakan masalah ilmu pengetahuan beserta definisinya ternyata tidak semudah dengan yang diperkirakan. Adanya berbagai definisi tentang ilmu pengetahuan ternyata belum dapat menolong untuk memahami hakikat ilmu pengetahuan itu. Sekarang orang lebih berkepentingan dengan mengadakan penggolongan (klasifikasi) sehingga garis demarkasi antara (cabang) ilmu yang satu dengan yang lainnya menjadi lebih diperhatikan. Ilmu pengetahuan merupakan upaya peningkatan pengetahuan dan rangkaian kemenangan terhadap suatu kebodohan atau takhayul,ilmu pengetahuan juga menjadi kunci untuk dapat menghadapi kehidupan dengan sebaik-baiknya dan tidak mengalami kesulitan kerenannya ilmu didefinisikan sbb; Adapun beberapa definisi ilmu menurut para ahli seperti yang dikutip oleh Bakhtiar tahun 2005 diantaranya adalah : • Mohamad Hatta, mendefinisikan ilmu adalah pengetahuan yang teratur tentang pekerjaan hukum kausal dalam suatu golongan masalah yang sama tabiatnya, maupun menurut kedudukannya tampak dari luar, maupun menurut bangunannya dari dalam. • Ralph Ross dan Ernest Van Den Haag, mengatakan ilmu adalah yang empiris, rasional, umum dan sistematik, dan ke empatnya serentak. • Karl Pearson, mengatakan ilmu adalah lukisan atau keterangan yang komprehensif dan konsisten tentang fakta pengalaman dengan istilah yang sederhana. • Ashley Montagu, menyimpulkan bahwa ilmu adalah pengetahuan yang disusun dalam satu sistem yang berasal dari pengamatan, studi dan percobaan untuk menentukan hakikat prinsip tentang hal yang sedang dikaji. • Harsojo menerangkan bahwa ilmu merupakan akumulasi pengetahuan yang disistemasikan dan suatu pendekatan atau metode pendekatan terhadap seluruh dunia empiris yaitu dunia yang terikat oleh faktor ruang dan waktu, dunia yang pada prinsipnya dapat diamati oleh panca indera manusia. Lebih lanjut ilmu didefinisikan sebagai suatu cara menganalisis yang mengijinkan kepada ahli-ahlinya untuk menyatakan suatu proposisi dalam bentuk : “ jika .... maka “. • Afanasyef, menyatakan ilmu adalah manusia tentang alam, masyarakat dan pikiran. Ia mencerminkan alam dan konsep-konsep, katagori dan hukum-hukum, yang ketetapannya dan kebenarannya diuji dengan pengalaman praktis. Berdasarkan definisi di atas terlihat jelas ada hal prinsip yang berbeda antara ilmu dengan pengetahuan. Pengetahuan adalah keseluruhan pengetahuan yang belum tersusun, baik mengenai matafisik maupun fisik. Dapat juga dikatakan pengetahuan adalah informasi yang berupa common sense, tanpa memiliki metode, dan mekanisme tertentu. Pengetahuan berakar pada adat dan tradisi yang menjadi kebiasaan dan pengulangan-pengulangan. Dalam hal ini landasan pengetahuan kurang kuat cenderung kabur dan samar-samar. Pengetahuan tidak teruji karena kesimpulan ditarik berdasarkan asumsi yang tidak teruji lebih dahulu. Pencarian pengetahuan lebih cendrung trial and error dan berdasarkan pengalaman belaka (Supriyanto, 2003). Pembuktian kebenaran pengetahuan berdasarkan penalaran akal atau rasional atau menggunakan logika deduktif. Premis dan proposisi sebelumnya menjadi acuan berpikir rasionalisme. Kelemahan logika deduktif ini sering pengetahuan yang diperoleh tidak sesuai dengan fakta. Ilmu ( atau Ilmu pengetahuan ) adalah seluruh usaha sadar untuk menyelidiki menemukan dan meningkatkan pemahaman manusia dari berbagai segi kenyataan dalam alam manusia. Segi-segi ini di batasi agardihasilkan rumusan-rumusan yang pasti. Ilmu memberikan kepatian dengan membatasi lingkup pandangnya, dankepastian ilmu-ilmu diperoleh dari keterbatasannya.( menurut kelompok 2 ) Menurut beberapa pendapat ilmu pengetahuan adalah :  Ashley Montagu menyebutkan ilmu pengetahuan adalah pengetahuan yang disusun dalam suatu sistem yang berasal dari pengamatan, study dan pengalaman untuk menentukan hakikat dan prinsip hal yang sedang dipelajari. 
B. PENGERTIAN TEKNOLOGI DAN TEKNOLOGI MODEREN 
a. Pengertian Teknologi Membahas tentang teknologi ada beberapa pengertian dari teknologi yang dapat kami sampaikan antara lain: 
1. Teknologi adalah Metode Ilmiah untuk mencapai tujuan praktis; ilmu pengetahuan terapan atau dapat pula diterjemahkan sebagai keseluruhan serana untuk menyediakan barang-barang yang diperlukan bagi kelangsungan dan kenyamanan hidup manusia.( Wikipedia ) 
2. Teknologi adalah Mesin pengerak pertumbuhan dari industri 
3. Teknologi adalah media atau alat yang dapat digunakan lebih efisien guna memproses serta mengendalikan suatu masalah.( Edward L. Thorndike ) 
4. Teknologi adalah barang atau sesuatu yang baru.(kamus bahasa indonesia) b. Pengertian Teknologi Moderen Sama halnya seperti Teknologi, Teknologi Moderen ada beberapa pendapat tentang pengertian teknologi moderen yaitu : Teknologi Moderen adalah payung besar termologi yang mencakup seluruh peralatan teknis untuk memproses TIK dua ospek yaitu : 1. Teknologi Informasi 2. Teknologi Komunikasi 
II. IPTEKS YANG MENSEJAHTERAKAN MASYARAKAT 
Ipteks yang memberikan manfaat dan hasil positif terhadap masyarakat. Misalnya Ilmu pengetahuan yang berguna untuk kemajuan hidup manusia dan memberikan informasi-informasi yang bisa memajukan kehidupan masyarakat. a. Iman dan Ilmu Pengetahuan dalam Sejarah Kekristenan Sejarah tentang ilmu pengetahuan dan teknologi merupakan sebuah kisah kesuksesan. Dalam sejarah kekristenan, abad pertengahan ditandai dengan tampilnya para theolog di lapangan ilmu pengetahuan. Ilmu pengetahuan terus mengalir sesuai arus penemuan-penemuan yang berguna untuk kemajuan hidup manusia.
a.1. Dominasi Iman atau agama terhadap ilmu pengetahuan  Tumbuhnya dominasi iman atas ilmu pegetahuan kekristenan pada abad pertengahan, di barat. Teologi yang menjadi acuan kehidupan iman orang kristen yang di anggap ratu ilmu pengetahuan (queen of science). Yang mempunyai semboyan yang berlaku bagi ilmu pada masa ini adalah Acilla Thelogia/abdi agama*. Gelileo mengemukan temuan ilmu pengetahuan, bahwa bumi mengelilingi matahari, maka gereja memegang otoritas kebenaran teologi dan penemuan tersebut dianggap bertentangan dengan deskripsi Alkitab yang di tafsirkan dengan literal (harfiah) yang dikenal dengan istilah Biblical Literalism. *Pdt.Dra.Melly S. Mangkin,lembar kerja mahasiswa matakuliah agama kristen,palangka Raya ; Universitas Palangka Raya,2011 
a.2. Dominasi Ilmu Pengetahuan Terhadap Agama Dominasi ilmu pengetahuan atas agama dimulai dengan era kebangkitan kembali pemikiran yang bebas dari dogma-dogma agama. Era kebangkitan itu dikenal dengan abad pencerahan (renaissance), yaitu kebudayaan abad pertengahan mulai beralih menjadi suatu kebudayaan modern. Manusia pada zaman ini di sebut sebagai animal rationale, karena pada masa ini pemikiran manusia mulai bebas dan berkembang. Manusia ingin mencapai kemajuan (progress) atas usahanya sendiri, tidak didasarkan atas campur tangan ilahi. Lama kelamaan orang lebih yakin akan metode ilmu pengetahuan, mulai meragukan keyakinannya dan meninggalkannya sebagai suatu yang tak berdasar. Rasio manusia menjadi ukuran atas segala-segalanya bukan hanya dalam bidang sains (ilmu pengetahuan) tetapi juga dalam hal-hal yang bersifat imaniah dan kepercayaan. 
b. Teknologi dan Iman Kristen Barbour mendefinasikan teknologi sebagai aplikasi dari ilmu pengetahuan yang terorganisasi kepada tugas-tugas praktis dengan atau melalui sistem-sistem tertata dan mesin-mesin. Dasar utama untuk diciptakannya teknologi tidak lain adalah untuk memecahkan berbagai masalah dalam kehidupan manusia. Allah pencipta telah menciptakan langit dan bumi ini segala isinya dan manusia yang diciptakan menurut gambar dan rupa Allah di berinya mandat untuk menguasai dan menaklukanalam ciptaan Tuhan itu. Alkitab memberikan kepada kita cara bagaimana hidup dalam iman dan tetap belajar mengembangkan dan memanfaatkan ( yang telah terseleksi) bagi kesejahteraan seluruh umat manusia dan bagi kemuliannya. 
b.1. Teknologi Sebagai Pembebas  Kehadiran teknologi selalu di sambut dengan penuh semangat oleh manusia karena dipandang sebagai kekuatan untuk memnbebaskan dan melakukan perubahan dari keadaan yang tidak baik, seperti kemiskinan, penyakit kesusahan dan lain-lain. Teknologi membawa kemudahan-kemudahan manusia dalam memenuhi dan meningkatkan standar kehidupannya. Peralatan-peralatan medis yang canggih dan penemuan obat-obat baru mampu mempertahankan hidup manusia dua kali lebih lama dari generasi sebelumnya. Di samping itu variasi kesempatan untuk memilih semakin besar dengan adanya teknologi. Informasi yang diaplikasikan melalui internet telah membuka cakrawala pengetahuan manusia dan menawarkan informasi dunia yang instan. 
b.2. Teknologi Sebagai Ancaman  Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi sangat pesat. Teknologi mempengaruhi setiap bidang dan aspek kehidupan meliputi aspek kehidupan, politik, ekonomi, sosial, budaya, keagamaan, etika dan estetika bahkan keamanan dan ilmu pengetahuan, bidang pendidikan. Teknologi juga diterapkan dalam pendidikan. Perkembangan teknologi komunikasi dan informatika begitu cepat pada beberapa dekade terakhir. Karena semakin pesatnya perkembangan teknologi, komunikasi dan informatika membuat anak-anak baik yang remaja maupun dewasa menjadi malas-malasan. Dan kadang-kadang teknologi membuat anak-anak terjerumus ke hal-hal yang aneh dan negatif. 
C. Sikap Kristen Terhadap Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Dalam paradigma berpikir kristiani, Allah mengaruaniakan akal dan rasio kepada manusia untuk dapat mengatasi kesusahan manusia diberikan Allah kenikmatan untuk berpikir, berprakarasa dan berdasar cipta. Agar perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi berlangsung secara kontingu dan tidak bertentangan dengan harapan kristiani maka terdapat beberapa kriteria yang menjiwai para ilmuan dan profesional. Ilmu pengetahuan dan teknologi di ciptakan untuk meningkatkan harkat dan martabat manusia serta menjujung tinggi nilai-nilai kemanusian. Ilmu pengetahuan dan teknologi diciptakan demi kesejahteraan manusia bukan untuk membinasakan pencipta teknologi itu sendiri. Jadi ilmu pengetahuan merupakan karunia yang berasal dari Allah bagi manusia untuk mengembangkan dirinya dan kekristenan merupakan ketaatan kepada Tuhan karena pengetahuan manusia berasal dari Allah sendiri 
A. KESIMPULAN 
IPTEKS merupakan sebuah alat untuk mempermudah pekerjaaan kita, tapi IPTEKS dapat memberikan kita pengaruh baik positif maupun negatif, tergantung dengan kita sebagai penggunaannya. Sebab Tuhan berkata “orang yang bijak menyembunyikan pengetahuannya, tapi hati orang bebal, menyerukan kebodohan” (Amsal 12:23). 
B. SARAN 
Saran dari kelompok kami tentang penggunaan dari IPTEKS ; Ipteks merupakan alat untuk mempermudah kita mengerjakan sesuatu, membuat kita lebih cepat mengetahui informasi. Maka dari itu gunakanlah IPTEKS sebaik mungkin, dan ambilah sisi positifnya, karena Ipteks semakin hari semakin berkembang dangan pesatnya, maka sisi negatifnya pun berkembang Demikianlah yang hanya dapat kami sampaikan, sekian..! 
TERIMA KASIH

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar